-->

Notification

×

Iklan

Iklan

iklan

Tag Terpopuler

Bangkitkan Semangat Warga Pascagempa, Polda Sulteng Salurkan Bantuan dan Dukungan Psikologis di Sigi

Sunday, June 21, 2026 | June 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-21T06:31:38Z

Tim Psikologi Polda Sulteng saat menyerahkan bantuan dan dukungan trauma healing di Sigi. (Foto: Ro SDM Polda Sulteng)

TERAS SULTENG -
Tim Psikologi Biro SDM Polda Sulawesi Tengah menggelar kegiatan pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Desa Kamarora B, Kabupaten Sigi, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya membantu pemulihan kondisi psikologis warga pascabencana yang masih merasakan dampak gempa dan gempa susulan.

Kegiatan dipimpin Kabag Psikologi Biro SDM Polda Sulteng Kompol Akhmad Kunaefi Muarif, M. Psi, Psikolog, bersama personel Bag Psikologi  diantaranya Penata I Welly Salote, Iptu Muh. Sahrul, S.Psi, Ipda Ayu Anissa Sekarsari, S.E., serta Staf Bagpsi Ro SDM dan didampingi Bag SDM Polres Sigi. 

Pendampingan psikososial diawali dengan kegiatan pembukaan dan ice breaking yang melibatkan anak-anak serta warga terdampak. Suasana hangat dan penuh keceriaan tampak mewarnai kegiatan yang bertujuan mengurangi ketegangan dan kecemasan pascagempa.

Selain memberikan dukungan psikologis, tim juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis dan dilanjutkan dengan pembagian paket khusus bagi anak-anak yang mengikuti kegiatan.

Kabag Psikologi Biro SDM Polda Sulteng, Kompol Akhmad Kunaefi Muarif mengatakan, pendampingan psikososial menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana. Menurutnya, perhatian terhadap kondisi mental dan emosional masyarakat sama pentingnya dengan pemenuhan kebutuhan dasar lainnya.

“Kami hadir untuk memberikan dukungan moral dan psikologis kepada masyarakat, khususnya anak-anak, agar tetap semangat dan dapat kembali menjalani aktivitas dengan rasa aman serta penuh harapan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sebagian warga masih mengalami trauma dan merasa khawatir untuk kembali menempati rumah mereka. Kondisi tersebut dipengaruhi masih terjadinya gempa-gempa susulan yang menimbulkan rasa cemas di tengah masyarakat.

Meski demikian, kehadiran personel kepolisian bersama tim psikologi di lokasi bencana mendapat respons positif dari warga. Kehadiran petugas dinilai mampu memberikan rasa aman, menumbuhkan optimisme, serta membantu masyarakat bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal pascagempa.

Iklan-ADS space iklan Iklan-ADS
×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini